16 – 22 November
2014
Wisma Hijau,
Cimanggis
Ikatan itu
tidak hanya terjalin selama tujuh hari Persiapan Keberangkatan LPDP angkatan
22. Tali persaudaraan itu mulai terjalin tanggal 19 Oktober ketika saya pertama
kali tergabung dalam milis angkatan PK 22. SELAMAT DATANG DI KELUARGA BESAR
LPDP!
Tanggal 15
November saya berserta rombongan regional bandung berangkat bersama-sama dari
ITB menuju Wisma Hijau. Kemacetan bandung yang luar biasa dan hujan pada hari
itu menyertai perjalanan kami. Kami pun menyanyikan mars dan menghafal ikrar PK
22 bersama-sama.
Hari pertama
dimulai dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan. PK
LPDP Angkatan 22 terdiri dari 125 pemimpin masa depan dari seluruh penjuru
Indonesia. Pak Mohammad Kamiluddin membacakan tata tertib selama PK dan peserta
menandatangani Surat Pernyataan PK. Satu hal yang sangat membekas di hati saya
dan begitu terasa di penghujung PK adalah bahwa penting bagi kita untuk
menyadari posisi kita dalam kelompok, bahwa terkadang lebih sulit untuk menjadi
yang dipimpin daripada menjadi pemimpin. Ikhlas
untuk dipimpin adalah pelajaran paling berharga dalam PK 22 ini. Pak Kamil
juga menekankan pentingnya respek terhadap waktu, respek terhadap orang lain,
serta respek terhadap sistem yang telah dirancang oleh LPDP. Selanjutnya acara
dilanjutkan oleh seorang pembicara muda tentang Paradigma SDM Kompetitif dan
Berwawasan Global oleh mbak Tantia Dian Permata Indah. Pada malam harinya,
acara diisi oleh Bapak Yudhi Latief dengan tema Cendikiawan Muda, Learning
Today, Leading Tomorrow. Oleh Beliau, kita semua diajarkan kembali makna
penting tentang identitas Bhinneka Tunggal Ika.
Hari
selanjutnya adalah pembukaan PK LPDP Angkatan 22 oleh Bapak Eko Prasetyo. Kemudian
diisi dengan materi What, Why, and How to LPDP. Selanjutnya, Bapak Misri Gozan
memberikan paradigma baru tentang Gagasan Inovatif Karya Ilmiah. Bapak Misri
menitipkan pesan kepada kita semua “jangan
pernah melihat orang lain, tapi lihatlah jauh apa yang dibutuhkan oleh bangsa
ini 20 tahun ke depan!”
Sesi hari
kedua ini ditutup dengan materi dari Bang Zainal Abidin dengan tema
Extrarordinary Crativepreneur. Beliau kembali mengingatkan kami bahwa “Hari ini Anda ada disini karena LPDP percaya
kepada Anda.” Baiklah Bang, kami akan berusaha! semoga kami tidak
mengecewakan LPDP J
Hari-hari
selanjutnya kembali diisi dengan berbagai pembicara yang begitu inspiratif,
begitu banyak materi disampaikan untuk membuka wawasan kami, menyadarkan kami
dari kelalaian, dan mengingatkan kami untuk bahu-membahu membangun negeri
tercinta ini. Bapak Warsito Purwo Taruno yang membekali kami dengan wawasan
Iptek, Bapak Arief Munandar yang menuntun menjadi Pemimpin Baru yang
Kontributif, Bapak Husein Ibrahim yang memupuk idealisme bela negara. Sesi yang
paling menyentuh bagi saya adalah ketika Dik Doang atau Om Ganteng memberikan
kami waktu sejenak untuk berkontemplasi dengan diri kami, menyadarkan kami
untuk mengabdi kepada Indonesia, untuk berterima kasih atas jasa seorang Ibu,
mengingatkan kami akan kesombongan dan kenaifan diri kami, mengingatkan kami
untuk tetap menjejak bumi, untuk mengembalikan apa yang telah Indonesia berikan
tanpa pamrih, bolehlah kami pergi ke segala penjuru dunia untuk kembali
membangun bangsa ini.
Oh ya, salah
satu yang paliiiing berkesan adalah Sharing Insprirational Class di hari ke-3. Pada
hari itu, kelompok 7 Hasyim Asy’ari berkunjung ke SMK Informatika di Depok. Pada
awalnya kami disana bertujuan untuk memberikan insiprasi dan motivasi untuk
melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, namun pada akhirnya, justru kami lah
yang mendapat inspirasi dari mereka. Siswa disana berasal dari kalangan dhuafa,
namun mereka memiliki semangat dan optimism yang luar biasa. Kakak-kakak doakan
semoga kalian bisa memenggapai mimpi kalian masing-masing ya!!
Di hari ke
-4 sebelum sesi dimulai kami melaksanakan upacara bendera. Sound crazy, lebih
lima tahun saya gak pernah melaksanakan upacara bendera. That was huge and I enjoyed
every single second, menyanyikan Indonesia Raya sambil hormat kepada Sang Merah
Putih itu benar-benar nostalgia rasanya.
Well, untuk
hari ke lima, which was really awesome, sudah saya post sebelumnya ya. Dan untuk
hari ke 6, team panitiak PK 22 mendatangkan Rangga Almahendra dan Hanum Rais
yang menuliskan buku 99 Cahaya di Langit Eropa, and im sure, you guys- that
admire this sweet couple- must be very jealous, yes again, im lucky J
Kemudian sesi
yang mungkin paling bermanfaat bagi orang-orang seperti saya yang tidak banyak
tahu tentang mekanisme pencairan dana beasiswa BPI LPDP, sesi yang diisi olen
Ibu Ratna Prabandari dan Bapak Lukmanul Hakim ini menjelelaskan secara gambang
berbagai persoalan teknis dan membuka forum tanya jawab, dan yaa, waktu yang
disediakan panitia tidak pernah cukup kayaknya kalau mau menampung semua
pertanyaan kami :p hehe
Malamnya,
kami diajak untuk mendekatkan diri dengan lambang negara ini, Refleksi Merah
Putih oleh Fahrizal Muhammad, disana kami diminta untuk membisikkan janji
kepada Bendera Pusaka ini, “aku akan
kembali” hal itu bukan hanya janji kepada selembar kain. Itu janji kepada
diri sendiri, kepada lebih dari 250 juta penduduk Indonesia yang berkontribusi
menyekolahkan kami, memberangkatkan kami ke seluruh penjuru dunia dari hasil
keringat mereka, dari keikhlasan mereka membayar pajak. Ya, anak-anak negeri
ini akan membalas jasa-jasa rakyat Indonesia. Kami akan kembali.
Hari
terakhir adalah upacara penutupan. 7 hari yang diawali dengan berbagai
kecemasan akan seperti apa PK ini, akan bagaimana kami melewatinya. Tapi di
hari ke-7, rasanya semua berlalu terlalu cepat. Team panitia menyadari betul
kekejaman mereka mempertemukan kami untuk
dipisahkan kembali. Tapi tali silaturahmi tidak diukur dari frekuensi tatap
muka. Saya percaya bahwa persaudaraan ini akan tetap ada. Saya percaya, mungkin
bukan di PK lainnya, tapi kami akan dipertemukan dengan keluarga LPDP di
belahan lain di Bumi ini. Drama musikal bertema “Semangat Kepemudaan” sukses
dirayakan. Ditutup dengan flash mob dari semua peserta. Terima kasih untuk
kebersamaan ini. Terima kasih untuk Kelompok 7 Hasyim Asy’ari yang menyabet
penghargaan Team Futsal Terbaik. Sani, Mariska, Bang Omar, Dimas, Duo Dani, Dhoni,
Titik, Pak Ilham, Pretty, Sarahi, bu Leni, Farabi, Pak Lukman, dan kakak
pendamping terbaik Mas Hasan! We’re COOL TEAM! Terima kasih untuk Pak Kamil dan
team PK yang sudah membimbing kami. Untuk Pak Eko dan jajaran Direksi LPDP.
Terima kasih untuk kesempatan berharga beserta pembelajarannya, semoga kami dapat
memenuhi harapan untuk menjadi pemimpin masa depan yang berkontribusi untuk
pembangunan Indonesia! PK-22 Sedya, Sena, Sura!