Tindakan orang tua pada masa kanak- kanak awalnya tampak berhubungan dengan diperolehnya sense of control atau perasaan mampu mengontrol. Secara umum, tampaknya orang tua berinteraksi dengan anaknya secara sangat positif dan dapat diprediksi memiliki fungsi penting. Ini dilakukan dengan merespons kebutuhan mereka, terutama ketika anaknya mengomunikasikan kebutuhan- kebutuhannya, terutama kebutuhan akan perhatian, makanan, mengatasi rasa takut dst.
Para Orang tua ini mengajarkan kepada anak- anaknya bahwa mereka memiliki kontrol terhadap lingkungannya dan respons mereka memiliki efek pada orangtua dan lingkungan mereka. Selain itu, para orangtua yang membiarkan anaknya mengeksplorasi dunianya dan mengembangkan keterampilan- keterampilan yang dibutuhkan untuk mengatasi berbagai kejadian yang tidak diharapkan membuat anak- anaknya mampu mengembangkan sense of control yang sehat.
Agaknya, yang penting adalah bagaimana memberikan "rumah yang aman" bagi anak- anak Anda, dimana Anda selalu ada ketika anak- anak membutuhkan Anda selama mengeksplorasi dunianya (Chorpita & Barlow, 1958)
Sebaliknya, orang tua yang selalu melindungi, terlalu intrusif dan selalu "memuluskan jalan" yang harus dilalui anak- anaknya, dan tidak pernah memberikan kesempatan pada mereka untuk mengalami keanekaragaman, berarti juga menciptakan situasi dimana anak- anaknya tidak pernah belajar tentang cara mengatasi kesulitan yang dihadapinya. Dengan demikian, anak- anak itu juga tidak tahu bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mengontrol lingkungannya.
Perasaan mampu mengontrol yang berkembang dari pengalaman- pengalaman awal ini merupakan faktor psikologis yang membuat kita sangat rentan terhadap kecemasan di kehidupan kita selanjutnya.
Source:
Intisari Psikologi Abnormal, Edisi Keempat, Buku Satu
V. Mark Durand & David H. Barlow
Yogyakarta: Pustaka Belajar
2006
No comments:
Post a Comment